Tampilkan postingan dengan label Sejarah Sulsel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Sulsel. Tampilkan semua postingan

Naskah Bahasa Bugis No. 16_001

Naskah Bahasa Bugis No. 16_001 adalah salah satu manuskrip koleksi dari Perpusnas RI dan dialihmediakan oleh Perpustakaan Nasional tersedia dalam bentuk Online, untuk deskripsi lebih jelasnya silahkan kunjungi laman https://opac.perpusnas.go.id kemudian mencarinya di kolom pencarian dengan kata kunci "Bugis" atau silahkan liat gambar dibawah :

Gambar : deskripsi naskah Bahasa Bugis No. 16

Raja Bone ke XV (La Tenri Tatta To Unru) #4


Karena merasa sudah sangat terdesak dan pertempuran telah banyak memakan korban dipihak Sultan Hasanuddin, maka pada hari Jumat tanggal 21 November 1667 M. KaraengE ri Gowa I Mallombasi Daeng Mattawang Karaeng Bonto Mangape Sultan Hasanuddin bersedia mengakhiri perang. Kesediaannya itu ditandai dengan suatu perjanjian yang bernama Perjanjian Bungaya. Perjanjian mana ditanda tangani oleh Sultan Hasanuddin dengan Cornelis Speelman Admiral Kompeni Belanda. Sementara perjanjian Sultan Hasanuddin dengan Arung Palakka adalah melepaskan Bone dan Soppeng sebagai jajahan Gowa.

Raja Bone (Masa Regent Toballa 1643–1660)

Makam To Balla Jenneng Bone di Lalengbata Lamuru Kab. Bone
Tobala Arung Tanete ditunjuk oleh KaraengE ri Gowa sebagai pengganti Mangkau di Bone yang disebut jennang. Selama 17 tahun Tobala menjadi Jennang di Bone, sekian pula lamanya Bone dijajah oleh Gowa. Ketika Tobala yang juga dikenal dengan gelar Petta PakkanynyarangE menjadi Jennang di Bone, tindakan kesewenang-wenangan orang Gowa terhadap orang Bone semakin menjadi-jadi. Banyak orang Bone yang memilih untuk pindah ke daerah lain, karena tidak mampu lagi menahan penderitaan akibat tindakan orang Gowa yang sangat kejam. Dimasa pemerintahan Tobala, KaraengE ri Gowa minta dikirimkan orang dari Bone sebanyak 10.000. Jumlah itu tidak bisa kurang dan harus sesuai dengan yang diminta. Orang sebanyak itu akan disuruh menggali parit dan membuat benteng. Kepada siapa yang telah ditentukan untuk berangkat ke Gowa tidak bisa diganti, walaupun ada hambanya yang bisa menggantikannya. Tidak bisa juga membayar sebagai tebusan agar bisa tidak berangkat.

Raja Bone Ke XIV (La Tenri Aji To Senrima)

La Tenri Aji To Senrima menggantikan saudaranya La Maddaremmeng MatinroE ri Bukaka menjadi Mangkau’ di Bone. Dialah yang melanjutkan perlawanan Bone terhadap Gowa, namun kenyataannya Bone kembali mengalami kekalahan. Karena pada perang ini, Gowa ternyata dibantu oleh Luwu dan Wajo. Pertahanan terakhir Arumpone La Tenri Aji To Senrima adalah Pasempe, sehingga dikatakan Beta Pasempe (Kekalahan di Pasempe).

BONE BRIEF HISTORY & GENEOLOGY #3


1812 - 1823 H.H. La Mappatunru To' Wappatunru' Paduka Sri Sultan Muhammad Ismail Mukhtaj ud-din [MatinroE-ri Lalang-bata], Arumpone of Bone, eldest son of H.H. La Tan-ri Tappu To' Appaliweng Arung Timurang Paduka Sri Sultan Ahmad as-Saleh Shams ud-din, Arumpone of Bone, by his wife, We Pada. Appointed as Heir Apparent and invested with the title of Arung Palakka by his father. Proclaimed on the death of his father, 22nd July 1812. m. (first) I-Banri, Arung Matan. m. (second) I-Bau, Arung Kaju. m. (third) I-Danti, an arung from Awangpone. He d. 1825, having had issue, seven sons and three daughters:
·         1) La Pabenteng Daeng Palawa (s/o I-Banri). m. I-Nyonyo, Arung Gona. He d. before 10th December 1863, having had issue, two sons:
·         a) La Hya Daeng Maswo, Arung Gona.
·         b) Opu Daeng Maturing, Arung Tarasu.

BONE BRIEF HISTORY & GENEALOGY # 2


1608 - 1626 La Tan-ri Pala To' Wakepeyang Paduka Sri Sultan 'Ala ud-din [MatinroE-ri Tallo], Arumpone of Bone, son of La Icha, Arumpone of Bone, by his wife, We Tan-ri Pakiu, Arung Timurang. Styled Arung Timurung before his accession. Raised to the throne on the deposition of Sultan Adam, 1608. The first ruler to embrace Islam when he assumed the title of Paduka Sri Sultan 'Ala ud-din, 1611. He fled to Tallo with his son, 1626. m. (first) ca. 1597, We Tan-ri Wajo, elder daughter of La Mappepulu To' Appamole, Arung Matowa of Wajo, by his wife, We Temmaduppa, daughter of the Arung Lompengang. m. (second) Daeng Male, Arung Paneki, widow of La Tan-ri Semputungeng Passari, Datu Pammana. m. (third, or first?) Kunangi, elder daughter of I-Dangka We Tan-ri Tuppu [MatinroE-ri Sidenreng], Arumpone of Bone, by her first husband, To' Rilettowi, Arung Mampua. He d. at Tallo, 13th August 1630, having had issue, two sons and one daughter:

BONE BRIEF HISTORY & GENEOLOGY #1


BONE
BRIEF HISTORY
The Bugis state of Bone was founded ca.1350, when a union between the seven ancient states of Ujung, Tibojong, Ta, Tanete Riattang, Tanete Riawang, Ponceng and Macege was effected by Mata Selompu. He was invited by the advisory council of seven lords to become the first supreme ruler of the Bone federation. In 1582 Bone, together with Soppeng and Wajo, founded the Tallumpocco alliance which dominated the region for many decades. Islam became the state religion in 1608 when the Arumponi converted and adopted the personal title of Sultan.

Silsilah Raja Tallo (XX, XXI, XXII dan XXIII)


1825  H.H. I-Kumala Karaeng Lembangparang Sri Sultan 'Abdu'l Kadir Muhammad 'Aidid [Tumenanga-ri-Kakoasangna], Sultan of Gowa and Tallo. b. 1817, educ. privately. Succeeded on the deposition of his uncle, 1st September 1825. Reigned under the Regency of his father. Ascended the throne and assumed the style of Sultan 'Abdu'l Kadir Muhammad 'Aidid, 22nd October 1844. Installed 6th October 1852. Rcvd: Knt. of the Order of the Netherlands Lion (14.6.1873). m. I-Senong

Silsilah Raja Tallo XIX


1824 - 1825 H.H. I-Mappatunru I-Manginyarang Karaeng Lembangparang Paduka Sri Sultan 'Abdu'l Rauf [Tumenanga-ri-Katangka], Sultan of Gowa and Tallo. b. 9th December 1749, second son of son of H.H. I-Mappainga Karaeng Limpangang Paduka Sri Sultan Safi ud-din, Sultan of Tallo. Bicharabutta of Gowa from 31st January 1789. Proclaimed as Sultan of Gowa after the defeat and expulsion of the Bugis, by General Nightingale's expedition in 1814. Proclaimed as Sultan of Tallo in

Raja Bone XIII (La Maddaremmeng)

Makam La Maddaremmeng di Kalokkoe Bukaka Watampone Kab. Bone

La Maddaremmeng menggantikan pamannya La Tenri Pale To Akkeppeang MatinroE ri Tallo menjadi Arumpone. Ketika akan diangkat menjadi Mangkau’ di Bone, La Tenri Pale dengan orang Bone berjanji bahwa ;

- La Tenri Pale ; ”Siapa yang mengingkari janji, dialah yang menanggung resiko buruknya”

- Orang Bone ; ”Siapa yang berbuat kebaikan, dialah yang menerima imbalan

kebaikan itu”

Raja Bone XII (La Tenri Pale)


Ketika La Tenri Ruwa MatinroE ri Bantaeng diusir oleh orang Bone, maka yang menggantikannya adalah sepupu satu kalinya yang bernama La Tenri Pale To Akkeppeang Arung Timurung. Dia adalah anak dari La Inca MatinroE ri Addenenna.

Inilah Mangkau’ di Bone yang membangkitkan kembali semangat orang Bone untuk menolak masuknya agama Islam di Bone. Oleh karena itu KaraengE kembali memerangi Bone, sehingga orang Bone kalah dan menyerah. Diundanglah seluruh Palili (daerah bawahan) untuk disuruh mengucapkan syahadat sebagai tanda bahwa seluruh orang Bone telah menerima agama Islam. Setelah itu KaraengE ri Gowa kembali ke kampungnya.

La Tenri Pale To Akkeppeang dua bersaudara yaitu We Tenri Jello MakkalaruE, kawin dengan Arung Sumaling yang bernama La Pancai To Patakka. Dia juga digelar Lampe Pabbekkeng, anak dari La Mallalengeng To Alaungeng Arung Sumaling, dari isterinya yang bernama We Tenri Parola. Lahirlah La Maddaremmeng, diangkatlah MakkalaruE menjadi Arung Pattiro.

Satu lagi adik La Maddaremmeng bernama We Tenri Ampareng, dia menjadi Arung Cellu. Sedangkan La Tenri Aji To Senrima dia menjadi Arung di Awampone dan digelar MatinroE ri Siang.

Silsilah Raja Gowa ke XXI

1712 - 1739 H.H. I-Mappaurangi Karaeng Kanjilo Paduka Sri Sultan Siraj ud-din [Tuammenang-ri-Pasi in Gowa or Tomamaliang-ri Gaukana in Tallo], Sultan of Gowa and Tallo. b. 17th November 1687, son of H.H. Paduka Sri Sultan 'Abdu'l Kadir I, Sultan of Tallo, by his first wife, Karaeng Parang-parang, daughter of I-Mappaosong Daeng Mangngewai Karaeng Bisei Sultan Muhammad 'Ali, Sultan of Gowa. Succeeded on the death of his father as Sultan of Tallo, 8th January 1709. Installed, 31st May 1709. Proclaimed as Sultan of Gowa, after the deposition of Sultan Shahab ud-din, 31st August 1712. Abdicated as Sultan of Tallo in favour of his eldest son, 1725. Fled to Tallo

Silsilah Raja Tallo (XV, XVI,XVII dan XVIII)



Makam Raja-raja Tallo Sumber foto : isnuansa.com
1760 - 1761 H.H. Karaeng Sapanang Tu-Timoka, Sultan of Tallo, son of I-Mapatulla Karaeng Kanjilo Muhammad Zainal Abidin, Sultan of Tallo. Proclaimed on the death of his grand uncle, 1760. Reigned under the regency of his father. Deposed by the Chief Minister of Gowa. He d. 18xx.

Silsilah Raja Tallo XIV


1735 - 1760 H.H. I-Mappainga Karaeng Limpangang Paduka Sri Sultan Safi ud-din [I-Makkasuma], Sultan of Tallo. b. 7th December 1709. Appointed as Karaeng Limpangang 18th December 1714. Regent of Gowa. Succeeded on the abdication of his father, 5th November 1735. m. (first) 3rd November 1725, H.H. I-Tanitaja Siti Amira Maning Ratu [MatinroE-ri Lanna], Arung Palakka (b. 9th May 1711; d. at Barisallo, 8th January 1779), younger daughter of H.H. La Parappa To' Aparapu Sappewali Madanrang Daeng Bonto Karaeng Anamonjang Paduka Sri Sultan Shahab ud-din Ismail, Sultan of Gowa and Arumpone of Bone, by his second wife, Siti Rahima Karaeng Pabiniyang, daughter of H.H. I-Mappajanji Daeng Matinri Karaeng Kanjilo Paduka Sri Sultan 'Abdu'l Kadir I, Sultan of Tallo. m. (second) 14th March 1746 (div. 26th April 1751), Karaeng Mangkara' bombang, daughter of Karaeng Manaungil. He d. 1760, having had issue, five sons and four daughters:

Raja Bone ke XI ( La Tenri Ruwa)

La Tenri Ruwa Arung Palakka juga sebagai Arung Pattiro adalah sepupu We Tenri Patuppu MatinroE ri Sidenreng. Ketika Arumpone meninggal dunia, orang Bone sepakat untuk mengangkat La Tenri Ruwa menjadi Mangkau’ di Bone.

Belum cukup tiga bulan setelah menjadi Mangkau’, datanglah KaraengE ri Gowa membawa agama Islam ke Bone. Orang Gowa membuat benteng di Cellu dan Palette. Berkatalah Arumpone kepada orang Bone ; ”Kalian telah mengangkat saya menjadi Mangkau’ untuk membawa Bone kepada jalan yang baik. KaraengE ri Gowa datang membawa agama Islam yang menurutnya adalah kebaikan. Sesuai dengan perjanjian kita yang lalu, siapa yang mendapatkan kebaikan, dialah yang menunjukkan jalan. Oleh karena itu saya mengajak kalian untuk menerima Islam”.

Raja Bone ke X (We Tenri Patuppu)

We Tenri Patuppu menggantikan ayahnya menjadi Arumpone. Inilah Mangkau’ yang mula-mula mengangkat Arung Pitu (tujuh pemegang adat) di Bone. Ketujuh Matowa (Kepala Wanuwa) yang ditunjuk, adalah ; Matowa Tibojong (Arung Tibojong), Matowa Ta’ (Arung Ta’), Matowa Tanete (Arung Tanete), Tanete dipecah menjadi Tanete Riattang dan Tanete Riawang, Matowa Macege (Arung Macege), Matowa Ujung (Arung Ujung) dan Matowa Ponceng (Arung Ponceng).

We Tenri Patuppu berkata kepada Arung PituE ; ”Saya mengangkat kalian sebagai Arung Pitu untuk membantu saya dalam menyelenggarakan pemerintahan di Bone. Hal ini saya lakukan karena saya adalah seorang perempuan yang tentunya memerlukan bantuan. Namun perlu kalian tahu bahwa saya mengangkatmu menjadi pemegang adat, tetapi kalian tetap ; tidak bisa melangkahi adat Bone, tidak bisa menyatakan perang, tidak bisa mewariskan kepada anak cucu, kalau saya tidak mengetahuinya. Kacuali apabila duduk semua turunan MappajungE kemudian direstui oleh Mangkau’ Bone.

Silsilah Raja Tallo (XI, XII dan XIII)


1709 - 1714 H.H. I-Mappaurangi Karaeng Kanjilo Paduka Sri Sultan Siraj ud-din [Tuammenang-ri-Pasi in Gowa or Tomamaliang-ri Gaukana in Tallo], Sultan of Gowa and Tallo (first time) - see below.

1714 - 1729 H.H. I-Manariba Karaeng Kanjilo Paduka Sri Sultan Nazim ud-din [Tumamenanga-ri Jawaiya], Sultan of Tallo. b. 23rd December 1708. Appointed as Karaeng Kanjilo 15th October 1714. Succeeded on the abdication of his father, 18th November 1714. m. (first) 18th November 1723, Jole, Karaeng of Laikang (d. 1st July 1733), half-sister of Karaeng Limpangang. m. (second) 16th October 1724, Karaeng Patukangang Siti Zainab (b. 3rd January 1709; d. 19th January 1740), elder daughter of H.H. La Parappa To' Aparapu Sappewali Madanrang Daeng Bonto Karaeng Anamonjang Paduka Sri Sultan Shahab ud-din Ismail, Sultan of Gowa, by his first wife, Siti Labiba, daughter of Shaikh Yusuf. He had issue, one son and one daughter:

Silsilah Raja Gowa ke XX

1709 - 1712 H.H. La Parappa To' Aparapu Sappewali Madanrang Daeng Bonto Karaeng Anamonjang Paduka Sri Sultan Shahab ud-din Ismail [Tumamenanga-ri Sompaopu], Sultan of Gowa. b. 18th January 1690. Appointed as Heir Apparent of Boni with the title of Arung Palakka, 1696. Deposed 24th August 1712. Installed as Arumponi of Boni, 8th October 1720. Datu of Soppeng 1720-1724. Proclaimed on the death of his grandfather, as Sultan of Gowa, 18th September 1709. Deposed by the nine Bata Salapangas, 30th August 1712. m. (first) 2nd December 1706, Siti Labiba (d. at Chinrana,

Silsilah Raja Gowa XIX (I-Mappadulung Daeng Mattimung)

Makam I-Mappadulung Daeng Mattimung di Bukit Tamalate Kab. Gowa

1677 - 1695 H.H. I-Mappadulung Daeng Mattimung Karaeng Sanrabone Sultan Fakhr ud-din 'Abdu'l Jalil ibnu Sultan Muhammad Bakar Hasan ud-din [Tumenanga-ri Lakiung], Sultan of Gowa. b. 18th August 1652, educ. privately. Styled Karaeng Campagaya before 1667. Elected as Karaeng Sanrabone, in succession to his grandfather, 6th July 1667. Installed 28th March 1668. Succeeded as Sultan of Gowa, on the deposition of his younger brother 16th September 1677. m. (first) 25th November 1664 (div. 4th February 1669), Karaeng I-Bonto Mate'ne Siti Amina [Ruma-ta Paduka Talo] (b. 23rd January 1653; m. second,10th May 1669, H.H. Karaeng Mapaijo Daeng Manjauru

Raja Bone ke IX ( La Pattawe)

Menggantikan sepupunya La Inca sebagai Mangkau’ di Bone. Dikumpulkanlah seluruh orang Bone oleh Arung Majang. Kepada orang banyak, Arung Majang berkata ; “Inilah cucuku yang bernama La Pattawe yang kita sepakati menggantikan sepupunya”.

La Pattawe adalah anak La Panaongi To Pawawoi Arung Palenna saudara kandung La Tenri Sukki MappajungE dari isterinya We Tenri Esa’ arung Kaju. La Pattawe adalah anak Arung Palakka turunan MakkaleppiE. Orang Bone sepakat untuk mengangkat La Pattawe menjadi Mangkau’ di Bone.

Index Of Mp3

Masukan Nama Penyanyi - Judul Lagu

Mesin Cari Free Download Mp3 Gratis
Server www.index-of-mp3.com hanya membantu pencarian link ke server 4shared, Rapidshare, ziddu, IndoWebster, MegaUpload, Mediafire, Rapidlibrary, Filestube, ZShare, Badongo, Depositfiles, Savefile, Muat-Turun-Download-Percuma, Sendspace, Uploading, Yourfilehost, Yousendit, Uploaded, Filefactory, Filefront, Easy-share. kami tidak menyimpan file di server kami. Jangan lupa Dukung lagu yang anda cari dengan berlangganan nada sambung pribadi nsp / ringtone / rbt dan membeli kaset / cd original di toko-toko musik terdekat.
Free Download Mp3 Lagu Indonesia, Melayu, Barat & MancaNegara Terbaru Gratis | Free Download lagu Populer, Band Indie, Dangdut, bollywood, Musik Daerah Tradisional
intitle index of mp3 Losquin mp3